Tindaklanjuti Bimtek PPD, UPTD Samsat Kota Pariaman Kunjungi Disdukcapil Padang Pariaman

0 37

Pariaman, TINTA RAKYAT SUMBAR – “Tidak mencerminkan Kantor Instansi Pemerintah” begitu ungkapan yang disampaikan Okkira Bioranda Ramadi, S.STP, Kasi Penagihan Penerimaan Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Samsat Kota Pariaman. Saat berdiskusi di Prisma Room Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Padang Pariaman, pada Rabu (18/5).

Ketika itu, Okki hadir bersama tim UPTD PPD Samsat Kota Pariaman, yang dipimpin Kepala UPTD Nina Nadjmir, SE, didampingi Kasubag Tata Usaha Iswarni, SP, M.Si dan Kasi Penetapan Penerimaan Muzakki, S.Si.

Agenda ini, merupakan tindak lanjut dari kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Pendapatan Daerah yang diselenggarakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapanda) Provinsi Sumatera Barat pada Senin, 16 Mei 2022 lalu. Dimana, Kadis Dukcapil Padang Pariaman Muhammad Fadhly. S.AP, MM, berkenan berbagi informasi tentang kebijakan pelayanan dan inovasi Dukcapil Ceria kepada Kepala UPTD PPD Samsat se Sumbar dan jajaran Bapenda Provinsi Sumatera Barat.

Berkaitan dengan itu, Tim UPTD PPD Samsat Kota Pariaman langsung Garcep. Bergerak dengan cepat, melakukan kunjungan ke Dinas Dukcapil Kabupaten Padang Pariaman. Fasilitasi penerimaan kunjungan, dilakukan oleh Kepala Dinas Dukcapil M. Fadhly, didampingi Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Fauzi Al Azhar, S.AP, MAP.

Agenda kunjungan, diawali dengan melihat sarana dan prasarana pelayanan yang ada di Dinas Dukcapil. Fadhly menampilkan doorprize pelayanan dan perekaman data pemula untuk penerbitan KTP-el. Selanjutnya, dilakukan peninjauan ruangan pengaduan tatap muka dan ruangan pengaduan layanan online.

“Ruangan ini di ‘handle’ oleh gabungan Tim, ada Tim yang bekerja dari Kantor dan Tim yang bekerja dari rumah (work from home)” ungkap Fadhly, saat diskusi di ruangan Pengaduan.

Lebih lanjut M. Fadhly menjelaskan, bahwa Tim Teknis Layanan Pengaduan adalah tenaga swakelola yang bekerja secara profesional, di bawah pengawasan bidang teknis.

Menanggapi pernyataan Fadhly itu, Nina mengajukan pertanyaan, Bagaimana dengan manajemen tenaga swakelola?

“Hal itu dipertanyakan, karena kami juga memiliki tenaga swakelola. Kami ingin tahu lebih jelas tentang manajemen pengelolaan tenaga swakelola. Sementara nomenklatur swakelola, dibatasi untuk bidang-bidang pekerjaan tertentu dan tidak support terhadap teknis pelayanan. Disamping jumlah personil ASN yang juga terbatas” tanya Nina.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Fadhly menyampaikan bahwa manajemen swakelola, dimulai dari proses rekrut personil.

“Untuk merekrut personil, dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi. Kebutuhan didasarkan kepada pemetaan sumber daya manusia yang ada. Selanjutnya, mereka diberikan kesempatan magang pada semua job pelayanan. Baik yang di kantor maupun yang bertugas di lapangan” terang Fadhly.

Lebih lanjut Fadhly menjelaskan, bahwa masing-masing tenaga swakelola menandatangani kontrak kerja diawal tahun. Kontrak kerja untuk ikatan awal dan dalam pelaksanaan tugas bersifat fleksibel. Fleksibilitas ini, bersifat terbuka untuk semua job pelayanan. Baik untuk layanan di kantor, layanan lapangan, maupun yang bekerja dari rumah.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan meninjau area co-working space dan ruang perekaman data. Pada area co-working space, Tim PPD Kota Pariaman tertarik dengan konsep minibar sebagai bagian dari ruangan kerja. Sedangkan di ruangan perekaman, Nina menyatakan, terkesan dengan disain ruangan dan lampunya yang unik.

“Dengan adanya minibar dan penataan ruangan yang kekinian, kita seperti berada di café dan hotel” ungkap Nina.

Agenda diakhiri dengan pemaparan Kadis Dukcapil dan diskusi di Prisma Room. Dalam paparannya Kadis Fadhly menyampaikan, bahwa Dia memulai proses ini dari langkah-langkah kecil tapi rutin. Untuk sebuah konsep pelayanan publik, yang membahagiakan masyarakat.

“Kami memberikan layanan dengan menggunakan kemajuan teknologi dan cara-cara kekinian. Diantaranya, kebijakan memberikan kompensasi kepada masyarakat, atas setiap pelayanan yang tidak memenuhi SOP Pelayanan. Mengembangkan metode tracking, dalam aplikasi pelayanan Dukcapil Ceria Mobile. Termasuk juga mengelola publikasi melalui tim kreatif” ujar Fadhly mengakhiri paparannya. (AS)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More