Pemko Sawahlunto, BTP Wilayah Sumatera Bagian Barat dan PT. KAI Teken MOU Kerjasama

0 105

Sawahlunto, Tinta Rakyat – Akhirnya apa yang ditunggu-tunggu dan sangat di harapkan oleh masyarakat, khususnya kota Sawahlunto dapat terwujud dengan ditandatanganinya MOU Penyelenggaraan Perkeretaapian Pada Jalur Kereta Api Antara Sawahlunto – Muaro Kalaban antara pihak Pemerintah Kota Sawahlunto, Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Sumatera Bagian Barat dan PT. Kereta Api Indonesia (PERSERO) bertempat di Balairung Rumah Dinas Walikota Sawahlunto, Jum’at (14/1).

Kesepakatan kerjasama tiga pihak tersebut di tandatangani oleh Walikota Sawahlunto, Deri Asta, SH, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) wilayah Sumatera Bagian Barat, Suranto dan Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (PERSERO) Didiek Hartantyo.

Walikota Sawahlunto Deri Asta, SH dalam kata sambutanya mengatakan, hidupnya kembali transportasi Kereta Api jalur Sawahlunto – Muara Kalaban selain dalam rangka merawat, menjaga dan melestarikan asset yang terkait langsung dengan sejarah keberadaan kota Sawahlunto yang telah diakui sebagai kota warisan dunia, juga dapat meningkatkan gairah sektor pariwisata yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Sawahlunto, kota yang lahir pada jaman revolusi Industri ditandai dengan penemuan tekhnologi mesin uap seiring dengan penemuan kandungan Batubara di perut buminya, membuat keberadaan Kereta Api sangat vital dalam hal transportasi angkutan Batubara tersebut dari Sawahlunto menuju Emmahaven/Teluk bayur.

“Seiring dengan berhentinya aktifitas penambangan batubara Pada tahun 1998, Seluruh aktifitas yang terkait dengan penambangan termasuk transportasi Kereta Api lambat laun tak lagi berjalan. Kota Sawahlunto terancam menjadi kota mati dengan eksodusnya sebagian besar warga keluar daerah ataupun pindah bekerja ke Tanjung Enim. Secara bertahap Sawahlunto beralih dari kota tambang menjadi kota wisata dan puncaknya diakui oleh UNESCO sebagai Kota Warisan Dunia,” Kata Wako Deri Asta.

“Kami sangat bersyukur dengan apa yang di sepakati hari ini, yaitu reaktivasi Mak Itam dan hidupnya kembali Kereta Wisata yang imbasnya tidak hanya menunjang visi kota serta sesuai dengan agenda warisan dunia yaitu menjaga, merawat dan melestarikan peninggalan bersejarah, namun juga membawa dampak positif dalam peningkatan perekonomian masyarakat,” papar Deri Asta.

PT. Kereta Api Indonesia (PERSERO) Didiek Hartantyo dalam sambutannya pada kesempatan tersebut mengungkapkan, meskipun untuk reaktivasi kembali Kereta Api Mak Itam bukanlah hal yang gampang dimana selain usia loko yang sudah tua, menghidupkanya di butuhkan waktu minimal 5 jam pemanasan Steam lokonya hingga kereta Api dapat berjalan.

“Untuk itu nanti kita akan mendampinginya dengan satu unit loko uap lain sebagai temannya. Mak Itam kita jalankan satu kali seminggu, sedangkan loko satu lagi yang akan berjalan secara rutin”, Kata Dirut PT. KAI.

“Kami berharap dengan Sinergi antara pemerintah pusat, daerah dan PT. KAI yang kita tandatangani hari ini, apa yang menjadi tujuan kita bersama dapat terwujud,” tutup Didiek Hartantyo. (D/Nr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More