Satu Nagari Satu Destinasi.

Oleh : Fauzi Al Azhar *)

0 46

Tinta Rakyat – Dana Desa (DD) diluncurkan oleh Pemerintah sebagai amanat dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Kebijakan penyaluran DD dari APBN, sudah dilakukan sejak tahun anggaran 2015 sampai saat ini. Dengan jumlah nominal untuk setiap Desa, yang selalu meningkat setiap tahunnya. Salah satu tujuan dari DD adalah mengembangkan kebijakan, satu Desa atau Nagari dengan satu produk unggulan. 

Akan tetapi dibanyak Nagari di Kabupaten Padang Pariaman, penggunaan DD lebih terfokus kepada kegiatan pembangunan fisik. Sehingga, konsep pengembangan produk unggulan belum jadi prioritas.

One Village One Product.

Konsep one village one product (OVOP) sudah sangat lama sekali didengungkan oleh Pemerintah. Bahkan jauh sebelum kebijakan dana desa dilahirkan. Konsep ini pada tataran substansi adalah bagaimana setiap desa melahirkan sebuah produk unggulan yang mampu untuk menjadi daya ungkit perekonomian.

Pada tataran dasar, setiap Desa – khususnya Nagari di Kabupaten Padang Pariaman memiliki banyak potensi. Dari 103 Nagari di wilayah Kabupaten ini, semuanya memiliki potensi. Sebagai contoh, Nagari Balah Aie Timur dengan arena pacuan kudanya. Nagari III Koto Aua Malintang dengan panorama Bukik Bulek, Nagari Ulakan dengan wisata kuliner dan keindahan pantainya. Bahkan sekarang, sampai Korong sudah memiliki sasaran (arena pelatihan) silat, ulu ambek dan randai.

Pendataan.

Tidak ada Nagari yang tidak memiliki potensi. Semua Nagari memiliki potensi, sesuai dengan karakteristik geografis maupun sosial budaya masing-masing. Dibutuhkan kemampuan untuk melihat dari sisi yang berbeda, dari setiap potensi tersebut. Sehingga, dengan sudut pandang dari sisi lain tersebut. Akan membuka wawasan untuk pengelolaan dari potensi yang ada, menjadi sumber pendapatan masyarakat dan pembangunan ekonomi Nagari.

Pendataan secara garis besar, dapat dikelompokkan menjadi dua. Meliputi potensi yang sudah dikembangkan dan potensi yang belum dikembangkan. Potensi yang sudah dikembangkan, hanya membutuhkan pengelolaan lebih lanjut untuk kesinambungan. Sedangkan bagi potensi yang belum disentuh, tentunya memulai dari awal.

Pemetaan.

Pemetaan potensi, dapat dilakukan dengan berbagai konsep maupun kajian teknis. Salah satunya, bisa dengan mengadopsi konsep SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity dan Threat). Kekuatan dan peluang serta kelemahan dan tantangan, akan melahirkan strategi pengembangan potensi. Strategi pengembangan potensi yang berkelanjutan, sehingga bisa menjadi sebuah kekuatan besar. Tidak hanya bagi Nagari, tetapi bahkan sampai ke level dunia.

Pengembangan.

Dalam pengembangan potensi, kecenderungan masyarakat adalah melakukan duplikasi. Budaya uru-uru Piaman harus ditinggalkan. Uru-uru Piaman, merupakan sikap masyarakat yang cenderung latah terhadap sesuatu yang lagi tren. Kelatahan tersebut, tentunya akan menyebabkan kejenuhan.

Peran generasi muda yang kreatif, sangat menentukan dalam proses pengembangan potensi. Terutama untuk melakukan pendataan dan pemetaan potensi serta ebolarasi ide. Menata setiap potensi yang ada, menjadi sebuah ikon untuk menjadi objek yang instagrammable. Apapun bentuknya potensi, apabila dikelola dengan konsep kreatif akan memiliki daya tarik tersendiri.

Sebagai bagian dari proses pengembangan, adalah mempersiapkan masyarakat dengan perubahan. Diantaranya, mempersiapkan masyarakat untuk menerima kedatangan pengunjung. Pengunjung yang datang dari berbagai latar belakang, tentu memiliki dinamika yang berbeda. Dinamika ini, sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan dari pengembangan potensi. Sikap masyarakat yang ramah dalam menyikapi dinamika, memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan potensi, begitu juga sebaliknya.

Tidak Melulu APB Nagari.

Salah satu kendala yang sering diungkapkan oleh Aparatur Pemerintah Nagari dalam kegiatan penyelenggaran pemerintahan dan pembangunan, adalah sumber anggaran tidak ada. Daya dukung Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Nagari sangat terbatas, karena sumber pendapatan dalam APB Nagari di sebagian besar Nagari, hanya dari dana transfer. Sedangkan untuk sumber pendapatan asli Nagari maupun pendapatan lain sangat kecil, bahkan tidak ada.

Sumber dana transfer bagi Nagari adalah : (a) Dana Desa (DD) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN); (b) Bagian dari bagi hasil Pajak dan Retribusi Daerah; (c) Alokasi Dana Nagari (ADN); (d) Bantuan keuangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi; dan (e) Bantuan keuangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten.

Masing-masing sumber pendapatan yang bersumber dari dana transfer, sudah habis dibelanjakan sesuai dengan pos pengeluaran yang sudah ditentukan oleh Pemerintah maupun Pemerintah Kabupaten. DD dalam masa covid-19, sebagian besar sudah terfokus kepada penganggaran penanggulangan dampak Pandemi. Seperti, Bantuan Lansung Tunai (BLT). Sedangkan penggunaan ADN, sebagian besar adalah untuk pembayaran penghasilan tetap Aparatur Pemerintah Nagari dan belanja operasional Pemerintahan Nagari serta Badan Pemusyarawatan Nagari.

Begitu juga dengan bagian dari bagi hasil Pajak dan Retribusi Daerah, juga sudah ditentukan penggunaannya untuk insentif bagi pemungut pajak di Nagari. Serta kegiatan yang terkait dengan peningkatan penerimaan pajak dan retribusi daerah, dalam skala Nagari. Hal yang sama, juga berlaku untuk bantuan keuangan dari APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten, yang sudah ditentukan pos pengeluaran.

Untuk itu, Nagari harus keluar dari rutinitas aktivitas yang hanya menerima dana, mengelola dan menghabiskan anggaran. Kemudian menjadi Nagari yang produktif dan menghasilkan sumber pendapatan, yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saatnya mengembangkan potensi, untuk pengembangan perekonomian masyaraat dan sumber pendapatan bagi Nagari. Kebijakan dan langkah strategis yang bisa dilakukan oleh Nagari, adalah melalui kolaborasi.

Kolaborasi.

Pengembangan potensi, akan sangat maksimal melalui kolaborasi. Kolaborasi bisa dilakukan melalui kolaborasi ide, kolaborasi tenaga dan kolaborasi sumber daya. Ide berkaitan daya ungkit untuk pengembangan potensi. Tenaga terkait dengan kebutuhan sumber daya manusia, untuk membangun fisik serta manajemen untuk pengelolaan potensi yang sudah dikembangkan. Sedangkan terkait dengan sumber daya, lebih mengarah kepada penganggaran. Swadaya, partisipasi dan gotong merupakan salah satu sumber yang dapat meningkatkan pendapatan asli Nagari.

Satu Nagari Satu Destinasi.

Dari potensi tersebut, dengan semangat kreatifitas bisa dikonversi menjadi destinasi. Destinasi yang unik, akan menarik banyak orang untuk datang ke Nagari. Dengan ramainya orang datang ke Nagari, diharapkan membawa dampak terhadap pergerakaan roda ekonomi masyarakat. Kembali ke salah satu contoh diatas, pacuan kuda dan silek. Dua potensi ini jika dikelola secara kreatif dan profesional, akan menjelma menjadi sebuah destinasi bagi Nagari.

Saatnya untuk kreatif… Saatnya profesional.

Satu Nagari Satu Destinasi. Dari Nagari menginspirasi seluruh Negeri.

*) Mahasiswa Program Studi Kebijakan FISIP UNAND, Dosen STIE Sumatera Barat dan ASN Pemkab. Padang Pariaman.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!