RSKB : Mangumpuan nan taserak, Manjapuik nan taicia, Sasakik Sasanang, Sahino Samulie.

0 225

Sawahlunto, sumbar.tintarakyat – Lembaga atau Organisasi Komunitas “Rang Sikumbang Kito Badunsanak” (RSKB) ini, resmi didirikan pada tanggal 22 Desember 2018. Diketuai oleh Armaini Sikumbang Dt. Muncak dengan Sekretaris Zoel Anggara Sikumbang dan Bendahara Efni, yang berkantor di Balah Hilir no.160 Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman.

Ketika dihubungi melalui sambungan telepon Jumat (20/11), Zoel Anggara selaku Sekretaris menjelaskan dengan pajang lebar. Apa Visi dan Misi dari RSKB itu, yang mengusung semboyan “Mangumpuan nan taserak, Manjapuik nan taicia, Sasakik Sasanang, Sahino Samulie”.

Dia menambahkan, dibentuknya lembaga RSKB ini bertujuan untuk memelihara dan melestarikan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dan adat istiadat Minangkabau. Dengan mewujudkan adat diisi limbago dituang, disamping itu juga untuk membina dan mempererat silaturrahim badunsanak suku Sikumbang. Melalui wadah RSKB diharapkan dapat mengembangkan jiwa sosial dan kepedulian badunsanak khususnya dan pada masyarakat umum.

“Untuk mencapai visi misi itu, RSKB menjalankan berbagai kegiatan dan program yang telah dirumuskan bersama, dalam meningkatkan persatuan, kesejahteraan dan SDM orang Sikumbang”, ujar Zoel.

Lembaga RSKB ini, dalam 2 bulan sekali melaksanakan pertemuan yang dilakukan di berbagai daerah secara bergantian. Seperti yang telah dilaksanakan di Padang, Padang Panjang, Batusangkar, Sawahlunto, Solok Selatan dan berbagai daerah lainnya yang nanti akan menyusul. Hal ini dilakukan, agar sesama anggota RSKB saling kenal dan lebih dekat lagi dalam badunsanak. Bukan hanya sebatas akrab dan berkomunikasi di grup WA atau media SOSMED. ulas Zoel.

Zoel menjelaskan, agar tercipta rasa kebersamaan dalam lembaga RSKB ini, setiap anggotanya juga diwajibkan membayar iyuran. Yang mana iyuran tersebut, akan dimanfaatkan untuk anggota itu sendiri, seperti acara pernikahan anak kamanakan, anggota yang sakit atau apabila ada salah satu anggota RSKB yg mengalami kemalangan serta kebutuhan anggota lainnya.

Intinya itu “Barek samo dipikue, Ringan Samo dijinjiang” dan semangat gotong royong itu harus kita tanamkan. Khususnya terhadap sesama anggota RSKB dan masyarakat pada umumnya, pungkas Zoel menutup pembicaraan. (D/Nr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!