Pjs. Bupati Apresiasi BPBD Padang Pariaman, tetap laksanakan Rakortek dimasa Pendemi Covid-19.

0 32

Paritmalintang, Tinta Rakyat – Pjs. Bupati Padang Pariaman Adib Alfikri, SE, M.Si. mengapresiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman, yang tetap laksanakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Persiapan Uji Dokumen Rencana Kontingensi (Rekon) Bencana Gempa Bumi dan Tsunami. Meskipun saat ini kondisi dalam serba keterbatasan, karena Pandemi Covid-19 masih melanda daerahnya.

Hal ini diungkapkan Adib saat memberi sambutan, dalam acara pembukaan Rakortek BPBD Kabupaten Padang Pariaman dengan seluruh OPD terkait dan unsur penggiat kebencanaan serta organisasi masyarakat dan komunitas kebencanaan lainnya. Bertempat di pelataran Kantor Bupati kawasan Ibu Kota Kabupaten (IKK) Parit Malintang Kecamatan Enam Lingkung, Rabu (2/12)

“Saya atas nama Pemerintah Daerah, sangat mengapresiasi BPBD meskipun dalam masa Pandemi Covid 19 mampu menggelar Rapat Koordinasi Teknis ini dan juga ucapan terima kasih kepada semua pihak yang ikut berkontribusi sehingga terlaksananya kegiatan ini”. kata Adib Alfikri.

Adib juga memberikan arahan, bahwa ada 12 prinsip kebencanaan yang harus dipegang oleh penggiat kebencanaan. Diantaranya harus responsive, seorang relawan tidak boleh lelet dan lambat dalam bertindak termasuk dalam Rapat Koordinasi ini. Dia berharap, semua peserta dapat mengikuti rapat ini dengan serius sampai selesai.

“Penggiat Kebencanaan itu harus cepat dan tepat dalam bertindak, terus berkoordinasi, jangan sampai terlalu menonjolkan ego sektoral. Mengurus bencana, bukanlah kepentingan seseorang yang kita jalankan. Tetapi, ikut menyelamatkan dalam kebencanaan itu adalah kewajiban bersama yang harus dijalankan. Jangan sampai masing-masing penggiat bertahan dengan egoa sektoalnya, karena sikap itu akan dapat menimbulkan kerugian besar bahkan bisa menghilangkan nyawa banyak orang. Karena, bencana itu datang tidak akan menunggu kita berkoordinasi,” kata Adib yang mantan ketua DPD KNPI Sumatera Barat ini.

Lebih lanjut Adib menyebutkan, bahwa prinsip kebencanaan itu harus berdaya guna, akuntabel dan transparansi. Artinya, penanggulangan bencana itu menggunakan anggaran Pemerintah, baik APBD ataupun APBN yang tahapannya jelas dan terukur. Jadi, usahakan semua tahapan itu terdokumentasi dan dapat dipertanggung jawabkan. Agar pasca bencana, tidak muncul lagi bencana berikutnya. Jangan sampai terjadi, petugas kebencanaan terjerat hukum dan dipidana. Karena banyaknya ketidakjelasan dalam mengurus kebencanaan”. Ujarnya mengakhiri.

 

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD kabupaten Padang Pariaman Budi Mulia, ST, M. Eng. menyampaikan laporan pelaksanaan. Bahwa kabupaten Padang Pariaman adalah daerah yang rawan bencana, karena ada sepuluh ancaman bencana yang berpotensi terjadi di Padang Pariaman. Karena itu, dia memandang perlu mengadakan Rakortek ini dengan melibatkan seluruh pihak-pihak terkait.

“Rapat Koordinasi Teknis ini digelar, dalam rangka penyempurnaan Dokumen Rencana Kontinjensi yang telah disusun. Dimana, rapat ini merupakan lanjutan dari kegiatan penyusunan dokumen rencana kontigensi gempa dan tsunami. Yang telah dilaksanakan pada bulan September 2020 lalu. Rencana kontijensi ini, merupakan dokumen dan bahan acuan bagi kesiapan Kabupaten Padang Pariaman dalam menghadapi gempa dan tsunami” kata Budi.

Selanjutnya Budi yang didampingi oleh Wirman, SE, MPA. Kabid. Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kab. Padang Pariaman menjelaskan. Seharusnya Dokumen Kontingensi yang telah disusun, diuji dengan Table Top Exercise (TTX) Geladi atau Simulasi dalam ruangan dan Command Post Exercise (CPX) Geladi atau simulasi posko atau lapangan. Artinya, kita harus membuktikan bahwa dokumen yang disusun benar-benar teruji.

Namun, kegiatan itu tidak dapat dilaksanakan pada masa pandemi ini. Karena simulasi ini sesuai skenarionya, bisa melibatkan kerumunan yang mencapai personil empat ratus orang. Semoga ditahun 2021 Pandemi akan berakhir, dan akan kita Uji”. Jelasnya.

Rapat Koordinasi Teknis ini dihadiri oleh Tim Perumus Renkon gempa bumi dan tsunami Padang Pariaman, Anggota Forkopimda Padang Pariaman, Kepala OPD di lingkungan Pemkab. Padang Pariaman, Kepala BMKG Sicincin dan Padang Panjang, Direktur BUMD, Ketua PMI Padang Pariaman, Utusan Perguruan Tinggi, Kepala Puskesmas dan Komunitas Kebencanaan yang ada di wilayah kerja Kabupaten Padang Pariaman. (MHK)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!