Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu di Pariaman, Kembali Minta Korban.

0 94

Pariaman, Tinta Rakyat – Ditengah sibuknya arus lalu lintas siang itu, telah terjadi kecelakaan antara mobil dengan kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di simpang Kampung Kaliang Kelurahan Lohong Kota Pariaman.

Peristiwa kecelakaan antara mobil sedan Honda Brio bernomor polisi BA 1489 IG dari arah pusat kota Pariaman menuju Karan Aur dengan Kareta Api Sibinuang yang datang dari arah Padang menuju Pariaman itu, terjadi pada Senin (23/11).

Menurut Babinsa Koramil 01/Pariaman,
Serda Zulfardiansyah yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan ikut mengamankan jalur perlintasan di lokasi terjadinya kecelakaan tersebut.

“Terdapat 5 orang yang berada dalam mobil, diperkirakan melintas kencang dengan kaca mobil tertutup rapat”. Ujarnya.

Adapun identitas korban yang masih satu keluarga itu, adalah sebagai berikut :
1. Fauzan Abdifa (Suami) Laki laki, Umur. 43 tahun, Pekerjaan Swasta, kondisi Luka Ringan.
2. Lastari Amor (Istri) Perempuan, Umur. 42 tahun, Pekerjaan IRT, kondisi Luka Ringan.
3. Audia Tria Putri (Ipar) Perempuan, Umur. 27 tahun, Pekerjaan Dokter, kondisi Luka Berat.
4. Afril Ragita Morenza (Anak) Perempuan, Umur. 11 tahun, Pekerjaan Pelajar kondisi Luka Berat.
5. Alfaro Safa Morenza (Anak) Laki laki, Umur. 6 tahun, Pekerjaan Pelajar, kondisi Luka Ringan.

“Mereka semua masih satu keluarga dan tinggal di lubuk buaya Padang”. Ujar Ismunadi warga Lohong yang menjadi saksi dan ikut mengantar korban ke rumah sakit.

Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 12.20 Wib, mobil sedan Honda Brio terlihat datang dari Pariaman menuju Padang yang dikemudikan oleh korban melintasi Perlintasan Tanpa Palang Pintu. Saksi sudah berupaya meneriaki korban, namun tidak terdengar oleh korban karena kaca mobil tertutup rapat. Ketika posisi mobil sedang berada diatas rel, datang Kareta Api Sibinuang dari arah Padang menuju Pariaman dan langsung menghantam dinding bagian kiri mobil korban. Sehingga mobil tersebut langsung berputar arah dan terpental sekitar 10 meter.

“Akibat kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Pengemudi mobil mengalami Luka robek, sedangkan penumpangnya mengalami luka-luka. Selanjutnya dibawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Pariaman untuk mendapatkan pertolongan medis”. Ujar saksi Ismunadi.

Diketahui pada Sabtu (7/11) lalu, juga telah terjadi kecelakaan serupa di pelintasan kereta api desa Cimparuah Pariaman. Artinya dalam waktu sebulan terjadi dua kali kecelakaan kereta api.

Dengan demikian, diperlukan perhatian yang serius dari Pemerintah Kota Pariaman bersama pihak PT. KAI, untuk segera mencarikan solusinya.

Masyarakat berharap, semua jalur kereta api yang melintas di jalan raya segera dibangun palang pintunya. Agar tidak ada lagi korban dimasa yang akan datang.

Peristiwa kecelakaan lalulintas di pelintasan kereta api  tersebut sudah ditangani oleh Satlantas Polres Pariaman, untuk proses lebih lanjut. (AS)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!