Pembelajaran dengan Sistem Daring, dari Sisi Positif dan Negatif.

Oleh : Oktarina, S.Sos.

0 20

Tinta Rakyat – Daring, tak asing lagi bagi kita rasanya mendengar kata itu. Bagaimana tidak, semua kita sudah melakukannya dalam berbagai aktifitas. Makna kata Daring merupakan singkatan dari Dalam Jaringan, yang lawan katanya adalah Luring atau Luar Jaringan. Kata ini diambil dari istilah bahasa asing (Inggris) yaitu offline dan online. Dimasa Pandemi ini, semua kita dilarang untuk berinteraksi langsung dalam upaya membatasi penyebaran Covid-19. Karenanya, marak dilakukan aktifitas rutin secara Daring oleh berbagai kalangan. Demi tercapainya suatu tujuan bersama, tanpa melanggar protokol kesehatan. Seperti halnya, dalam pelaksanaan tata kelola pemerintahan, perdagangan, perizinan dan kesehatan serta didalam dunia pendidikan. 

Tahukah anda, bagaimana penerapan sistem Daring dalam menunjang pelaksanaan pekerjaan di berbagai bidang?

Dalam dunia pendidikan, Daring merupakan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran dilakukan tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa. Tetapi, proses pembelajaran dilakukan secara online yang menggunakan jaringan internet. Begitu juga dalam lingkungan pemerintah, perdagangan dan kesehatan. Para pejabat yang akan melakukan pertemuan, konsultasi langsung ataupun berkoordinasi terkait pekerjaannya, tidak perlu lagi datang ke lokasi tujuan. Karena, konsultasi atau pertemuan dapat dilakukan secara online melalui video confrence yang memanfaatkan jaringan internet. Termasuk juga di dunia medis, dokter dapat melakukan tugasnya secara online untuk melihat kondisi pasien ataupun memberikan resep obat.

Namun, karena saat ini penulis masih dalam status mahasiswa maka pembahasan Daring hanya sebatas penerapan di dunia pendidikan. Dalam situasi Pandemi Covid-19, hampir seluruh sekolah maupun kampus menerapkan sistem Daring ini. Dimana pembelajaran dilakukan melalui bantuan beberapa aplikasi, yang dapat menjadi sarana bertukar pikiran, bertukar informasi serta adanya layanan video call dan confrence sebagai sarana pengganti pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh. Sehingga pesan yang disampaikan kepada penerima, dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja dengan memanfaatkan jaringan internet. Namun ada yang tidak sesuai rasanya bagi penulis, sistem Daring ini dilakukan.

Kenapa demikian? Mungkin menurut pembaca, sistem Daring yang dilakukan sebagai media pembelajaran sudah sangat membantu pada saat Pandemi ini.

Namun tidak demikian menurut penulis, sistem Daring yang dilakukan pada masa Pandemi Covid-19 dalam dunia pendidikan ada sisi positif dan negatifnya. Dilihat dari sisi positifnya, daring merupakan salah satu media atau sarana untuk melakukan komunikasi secara jarak jauh dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Hal ini tentunya, membuat kita melek teknologi dan tidak Gaptek (gagap teknologi).

Kemudian, sistem Daring berdampak positif dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah atau kampus. Peserta didik diyakini tidak akan terinfeksi virus, dengan melakukan pembelajaran jarak jauh dengan sistem Daring.

Sementara dari sisi negatifnya, penulis melihat kurang tercapainya tujuan dari pendidikan itu. Pembelajaran yang dilakukan secara Daring, guru atau dosen tidak dapat mengetahui hasil yang telah disampaikan terhadap peserta didik atau mahasiswa. Karena para siswa dan mahasiswa mengikuti pembelajaran dari rumahnya masing-masing tanpa ada yang mengawasi.

Kemudian yang kedua, sisi negatif bisa juga diakibatkan tidak ada atau lemahnya jaringan internet yang tersedia. Sehingga, dapat menggangu kelancaran proses belajar jarak jauh atau sistem Daring. Terutama, dalam dalam menerima pesan dan mendownload materi yang disajikan. Hal ini akan menyebabkan menurunnya semangat belajar dan berkurangnya motivasi peserta didik dalam meraih prestasi.

Sisi negatif lainnya adalah, bertambahnya pengeluaran peserta didik ataupun orang tua untuk membeli paket internet dan sarana belajar (handphone atau laptop). Artinya, dalam situasi Pandemi Covid-19 kondisi perekonomian masyarakat sangat memprihatinkan. Dengan adanya pembelajaran jarak jauh dengan sistem Daring ini, mereka harus menyiapkan dana khusus untuk pembelian paket internet. Begitu juga untuk sarana atau peralatan komunikasi yang digunakan, merekapun mesti menyediakan peralatan atau handphone yang layak. Seperti, memiliki tangkap signal yang kuat dan memori penyimpanan data yang mencukupi. Agar proses pembelajaran yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Memang dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh melalui sistem Daring ini, berbagai pihak dituntut untuk melakukan inovasi sesuai dengan bidang tugasnya. Mereka harus merancang metode pembelajaran yang kreative dengan menggunakan video, agar kedua belah pihak nyaman dalam melaksanakan pembelajaran. Dengan ini, para guru dan dosen akan bertambah wawasannya karena mesti mempelajari cara dan metode pembelajaran jarak jauh yang terbaik.

Dengan melihat segi positif dan negatif tersebut, penulis berpikiran kenapa tidak dilakukan metode lain yang lebih efektif dan efisien. Seperti, pelaksanaan pembelajaran dengan pertemuan secara terbuka. Namun tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, tetap memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Memang sistem Daring ini sangat menguntungkan bagi beberapa kalangan, tapi dalam dunia pendidikan sangat kecil sekali faktor yang menguntungkan. Entah itu konsep pembelajaran dari kampus yang kurang bagus atau kemampuan inovasi dan kreativitas dari guru maupun dosen dalam merancang pembelajaran melalui Daring yang kurang.

Ini merupakan suatu dilema, dalam situasi Pandemi Covid-19 kita harus mematuhi peraturan pemerintah dan protokol kesehatan. Disisi lain kita harus tetap melakukan aktifitas dan proses pembelajaran bagi peserta didik atau mahasiswa. Semua ini, kita kembalikan kepada diri sendiri untuk melaksanakannya. Kalau ingin sehat kita semua harus mematuhi aturan pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan. Karena, Pandemi Covid-19 ini terjadi di seluruh dunia dan banyak menelan korban jiwa. Semoga Pandemi Covid-19 segera berakhir di negara Indonesia, dan kita dapat kembali beraktivitas dengan normal.

*) Mahasiswa Program Pascasarjana Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNAND.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!