Batang Ulakan meluap, hampir separo kecamatan Ulakan Tapakis direndam banjir.

0 399

Ulakan Padang Pariaman, Tinta Rakyat – Curah hujan yang cukup tinggi pada Jumat malam, mengakibatkan meluapnya air sungai Batang Ulakan. Hampir separo wilayah kecamatan Ulakan Tapakis tidak luput dari genangan air. Ada lima nagari yang terdampak banjir bandang itu, yaitu nagari Sandi Ulakan, nagari Kampuang Gelapung Ulakan, nagari Ulakan, nagari Seulayat Ulakan dan nagari Tapakis.

Terlihat di lokasi banjir Ali Waldana, ST. Wali Nagari Kampuang Gelapung Ulakan yang didampingi Kasi Trantib Kecamatan Anesa Satria,SH.MM. Ketika ditemui di Pasar Kampuang Gelapung usai meninjau lokasi banjir, Sabtu (21/11). Ali Waldana menjelaskan, bahwa air batang Ulakan ini mulai meluap, sekitar pukul 2.00 dinihari. Sebelumnya terdengar bunyi gemuruh dan tidak beberapa lama air sudah sampai ke halaman rumah masyarakat.

Paginya telah datang bantuan Tim Reaksi Cepat dari BPBD Padang Pariaman dengan perahu karetnya dan anggota satpol air yang berkantor di Tiram untuk memberikan pertolongan. Warga yang lokasi rumahnya terkepung banjir, dievakuasi oleh Tim bersama masyarakat ke daerah yang aman”. Ujar Wali.

Banjir bandang yang terjadi ini, sudah menjadi langganan tiap tahun bahkan bisa tiga atau empat kali setahun. Sehingga masyarakat tidak terkejut dengan kejadian ini, bahkan anak-anak dengan gembira berenang di tengah arus air yang mengalir deras. Banjir mulai surut menjelang siang, walaupun hujan masih belum reda.

Dilaporkan tidak ada korban jiwa ataupun ternak akibat banjir ini, diperkirakan lahan pertanian dan kolam ikan yang mengalami kerusakan parah. Pada pagi hari, tinggi air mencapai pinggang orang dewasa di kampung koto. Yang mengakibatkan jalan yang menghubungkan antara Ulakan dengan Pauh Kambar tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.

“Jumlah kerugian belum dihitung. Kami berharap, adanya perhatian pemerintah kabupaten dan provinsi terhadap situasi bencana ini. Dengan adanya proyek pengendalian banjir atau revitalisasi sungai, mungkin daerah kami akan bebas dari ancaman banjir”. Ujar Ali Waldana mengakhiri pembicaraan. (AS)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!