Pelangi di Pantai Mangguang. (Pariaman)

Oleh : Ali Wardi *)

0 56

Tinta Rakyat – Sulit membayangkan perubahan drastis pantai ini, tempat bertualang nyaris setiap hari, dulu di masa kecilku, di era 80 – 90 an.

Dahulu, muara sungai Batang Mangguang sangat jernih, elok diminum airnya, ikannya banyak, kecuali bila musim penghujan tiba airnya akan berwarna merah bata, erosi perbukitan di hulu sungai dari arah danau Maninjau, Kabupaten Agam.

Sungai janiah itu kini sudah berubah menjadi layaknya sungai di perkotaan. Keruh dan menampung sampah plastik serta berbagai limbah rumah tangga, yang rerata kini sudah mengkonsumsi produksi industri moderen dari gaya perkotaan.

Sungai yang membatasi Korong Simpang Apa dengan Korong¹ Mangguang dan melintasi Korong Tanjuang Saba (tiga dari empat korong) yang kini masing-masing menjadi unit Pemerintahan Desa, dan Nagarinya sudah tidak aktif lagi (bisa dikatakan sudah bubar sejak pengelolaannya sudah mengikuti pola Pemerintahan Administratif Kota). Ketiga Korong itu berada dalam Kenagarian Mangguang, ditambah Korong Ampalu yang kini juga menjadi Desa Ampalu.

Nagari, sebuah satuan Pemerintahan terbaik yang pernah ada, menjadi eksponen dan unsur utama dari kejayaan Kerajaan Minangkabau yang merupakan federasi dari Nagari-Nagari yang berada dibawah koordinasi Luhak-Luhak.

Minangkabau terdiri dari tiga Luhak, semacam persemakmuran dari Federasi belasan Nagari. Ia terdiri dari Luhak Agam, Luhak 50 Koto, Luhak Tanah Datar dan dilengkapi dengan Luhak Rantau di sepanjang pesisir pantai.

Nagari merupakan unit yang menyatukan dan menjadi software dari penerapan sistem adat. Sekaligus sistem pemerintahan di Minangkabau, yang dahulu menjaga alam dengan kearifan terbaik. Sistem unggulan yang sekian lama sudah menjaga, memelihara dan membangun tatanan sosial, akhlak budi pekerti orang Minang. Sehingga Minangkabau menjadi daerah terbanyak, yang memasok pribadi-pribadi ksatria-ksatria pendiri Bangsa ini.

Kejernihan sungai batang Mangguang, kini tinggal kenangan. Hutan bakaunya yang perawan, kini sudah ditata untuk kebutuhan kehidupan moderen hari ini. Pantainya nan elok, pun faktanya kini menjadi bahan baku terbaik pula bagi industri pariwisata kota. Keindahannya pun tak kalah dengan pantai-pantai yang lebih dahulu dieskplorasi dan dieksploitasi di berbagai daerah di Indonesia.

Pelangi di pantai Piaman, bagiku bagai cermin masa lalu. Betapa hari ini, tidaklah lebih baik dari kemaren. Bangsa ini sebenarnya dalam keadaan merugi, bila dilihat dari kebeningan hati. Kemoderenan tak melahirkan keindahan seperti dulu, yang dapat dinikmati bathin anak negeri. (AS)

*) Putra Asli Nagari Mangguang

¹ Korong, pembagian kewilayahan Nagari, yang dipimpin oleh Wali Korong, dibawah koordinasi Wali Nagari.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!