Pasa Pabukoan, Konversi Menuju Destinasi Sepanjang Hari.

Oleh : Fauzi Al Azhar *)

0 52

Tinta Rakyat – Tidak ada Nagari yang tidak memiliki potensi, dengan semangat kreatifitas bisa dikonversi menjadi destinasi. Destinasi yang unik, akan menarik banyak orang untuk datang ke Nagari. Kutipan tersebut merupakan ungkapan yang penulis sampaikan pada tulisan sebelumnya, yang telah dimuat pada media ini. Semangat untuk menjadikan Satu Nagari Satu Destinasi (SNSD). 

Salah satu potensi ekonomi dalam bulan Ramadhan, sebagai bulan yang berkah berdasarkan keyakinan religi adalah pasa pabukoan di Nagari. Pasa pabukoan, merupakan pusat kuliner musiman selama bulan ramadhan pada hampir semua pusat keramaian di Nagari. Dengan waktu buka pasar, mulai setelah zhuhur sampai menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini, berlangsung sepanjang bulan ramadhan dan usai seiring datangnya hari raya Idul Fitri.

Sesuai dengan namanya, mayoritas aktifitas di pasa pabukoan menjual makanan untuk buka puasa. Pasa pabukoan, menampilkan semua kreatifitas masyarakat dalam mengolah pangan menjadi kuliner yang menarik. Menarik selera bagi yang berpuasa, untuk penganan waktu berbuka. Diantara menu itu, antara lain pical, bubua, es campur, es buah, sup buah, katupek gulai, gulai tunjang, ikan baka, dan banyak lagi menu yang membuat selera tergoda.

Pedagang pasa pabukoan, berdasarkan pengamatan penulis pada beberapa titik, dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori. Yaitu pedagang utama, pedagang musiman dan pedagang semu.

Pedagang kuliner utama, adalah mereka yang sepanjang hari menggantungkan aktivitas ekonomi pada kegiatan kuliner. Sementara pedagang musiman, hanya menjadikan agenda bulanan ini sebagai aktivitas transit. Sebelum dan setelah ramadhan mereka melakukan aktivitas lain, baik itu aktivitas pokok dan rutin maupun aktivitas serabutan dengan berpindah dari satu subjek ekonomi ke subjek ekonomi lainnya. Mereka menempati jumlah lebih besar dibanding dengan pedagang kuliner rutin sepanjang hari. Sedangkan pedagang semu, merupakan generasi pemula, yang mengambil momen Ramadhan untuk test case terhadap produk. Mereka merupakan generasi kreatif, mengambil peluang pada celah pasa pabukoan dengan penganan yang digandrungi generasi milenial. Pedagang jenis ini sudah memanfaatkan kemajuan teknologi dalam mendukung aktivitas ekonomi. Mereka memanfaatkan media untuk promosi, seperti banner promosi, tenda gaul, model kemasan, dan promosi di media sosial.

Destinasi Kuliner Sepanjang Hari.

Sebuah pemikiran yang menarik, jika pedagang musiman yang transit selama bulan ramadhan melakukan perubahan. Yaitu, menjadikan produktivitas kulinernya menjadi agenda rutin. Walaupun agenda rutin tersebut berbatas waktu, menyesuaikan dengan aktivitas utama. Misal sebagai seorang petani, agenda kuliner disesuaikan dengan jadwal pada sore atau malam hari, atau pada hari-hari pasar/balai. Sehingga, aktivitas kuliner tersebut menjadi aktivitas rutin sepanjang tahun.

Bagi pedagang musiman dengan aktivitas yang tidak tetap diluar ramadhan, bisa menjadikan sebuah potensi untuk menjadi aktivitas rutin sepanjang tahun. Tentu untuk menjamin kesinambungan aktivitas, harus didukung dengan kreativitas. Kreativitas merupakan sebuah prasyarat utama untuk kontinuitas. Kontinuitas akan bisa berjalan baik, dengan selalu menjaga kualitas.

Pemangku kepentingan, baik Pemerintah Nagari ataupun Perangkat Daerah terkait, saatnya mengambil kebijakan mengkonversi pasa pabukoan menjadi destinasi kuliner sepanjang hari. Kebijakan tersebut, dapat dilakukan dengan menata lokasi pasa pabukoan menjadi area publik yang menarik. Mengadakan festival kuliner berjadwal, pasar kuliner nagari dan lain-lain. 

Melakukan pendataan jumlah pedagang sesuai indikator dan objek dagangan. Meningkatkan kualitas produk dan menjaga kontinuitas produk, seperti penjadwalan aktivitas, kebijakan penggiliran jadwal jika tidak berlaku sepanjang hari. Kemudian, melakukan pembinaan dengan melibatkan pihak terkait. Seperti pembinaan manajemen keuangan, pemasaran dan kualitas produk.

Satu Nagari Satu Destinasi. Saatnya dari Nagari menginspirasi untuk seluruh Negeri.

*) Mahasiswa Program Studi Kebijakan FISIP UNAND, Dosen STIE Sumatera Barat Pariaman dan ASN pada Pemkab. Padang Pariaman.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!