KONSEP TRI SUKSES MTQ XXVIII, Semoga mendapat Ridha Allah SWT.

Catatan : H. Zulwadi Dt. Bgd. Kali. *)

0 108

Padang, TINTA RAKYAT – Setelah menyaksikan Upacara Pembukaan MTQ Nasional XXVIII secara virtual dari Stadion Utama Nagari Sikabu Kecamatan Lubuk Alung Padang Pariaman hari Sabtu 14 November 2020, mungkin saja ada orang yang berfikir upacara itu mubazir. Kenapa mesti membuang dana ratusan miliar untuk membangun stadion yang baru. Jika hanya untuk Upacara Virtual seperti itu, kan bisa dimanfaatkan Stadion Haji Agus Salim ataupun Stadion lmam Bonjol. Yang lokasinya tidak jauh dari hotel atau penginapan kafilah dan dari 12 Venue lokasi penyelenggaraan MTQ di lbukota Propinsi.

Pendapat ini ada juga benarnya, jika ditinjau dari sudut efisiensi anggaran. Namun membangun stadion baru, sebenarnya adalah pengulangan dari Succes story MTQ XIII tahun 1983 lalu. Upaya pembangunan GOR Agus Salim 37 tahun silam, sekarang menjadi iconic Kota Padang di area seluas 7 ha.

Sebelum itu, biasanya Pembangunan suatu Mimbar Tilawah yang menjadi ciri khas setiap upacara pembukaan MTQ Nasional dan untuk menampung belasan ribu pengunjung. Selalu menjadi perbuatan mubazir, yang dipertontonkan secara nasional untuk sekali pakai. Sesudah itu tersia-siakan, dibongkar sayang, diabaikan mengakibatkan sarang sampah.

Kesempatan penyelenggaraan MTQ Nasional XIII bagi Propinsi Sumatera Barat, menjadi peluang merancang Seting Mimbar Tilawah dan Panggung Kehormatan yang permanen. Berupa Stadion Gelora Haji Agus Salim berstandar nasional, dilengkapi dengan 4 set Tower lampu penerangan lapangan untuk even malam hari.

Waktu itu, dimasa kepemimpinan Gubernur
Ir. H Azwar Anas gagasan cerdas untuk efisiensi dan efektifitas penganggaran bagi daerah miskin seperti Provinsi Sumatera Barat, dikagumi rakyat serta Pemerintah Pusat. Bahkan menghantarkan Propinsi Sumbar sebagai provinsi luar Jawa pertama yang mendapat Anugrah Parasamya Purna Karya Nugraha untuk Pelita lll yang diserahkan langsung oleh Presiden Soeharto Bulan April 1984 setahun setelah penyelenggaraan MTQ XIII di Stadion Haji Agus Salim.

Sukses Penyelenggaraan MTQ XIII, berupa pembangunan sarana permanen waktu itu. Menjadi model pembangunan, mungkin bagi propinsi lain. Yang pasti di Sumatera Barat, Kabupaten Padang Pariaman ikut meniru pembangunan Stadion di Sungai Sariak. Ketika itu Padang Pariaman ditunjuk sebagai tuan rumah, untuk tempat penyelenggaraan MTQ Tingkat Propinsi Sumatera Barat XXII.

Karena itu, mungkin pula Kabupaten Padang Pariaman yang menawarkan kerjasama pembangunan Main Stadium Sumatera Barat. Setelah daerah ini berhasil ditetapkan sebagai lokasi penyelenggaraan berikutnya, pada Upacara penutupan MTQ Nasional XXVII di Sumatera Utara Tahun 2018.

Kini Stadion Utama Sumatera Barat itu, berdiri megah di Nagari Sikabu Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman, 30 km arah Utara Kota Padang. Semua masyarakat cukup antusias, menunggu kehadiran Upacara Pembukaan MTQ Nasional secara langsung di stadion megah berkapasitas 45.000 itu.

Tetapi mulai tahun 2020 sejak Covid 19 mewabah, harapan publik pelan-pelan menjadi sirna. Publik menjadi terkesima sejak awal November 2020. Mereka hampir hampir tidak percaya, bahwa Panitia konsisten menjadikan Stadion Sikabu yang belum siap 75% itu akan dijadikan tempat Upacara Pembukaan MTQ Nasional XXVIII. Bahkan ada berita selentingan, Pemprov akan menyerahkan beberapa hektar tanah kepada Rektor Universitas Negeri Padang (UNP). Untuk melengkapi sarana pendidikan keolahragaan di sekitar Main Stadium, yang akan dikelola UNP.

Upacara Peresmian Pembukaan MTQ Nasional XXVIII yang dilaksanakan secara virtual pukul 20.00 – 22.00 wib. tanggal 14 November 2020. Betul-betul menjadi *surprise*, yang diikuti 7.500 pengunjung di lokasi dan 5 juta netizen lndonesia.

Ini telah membuktikan, bahwa panitia tidak main-main dan konsisten dengan rencananya. Serta penerapan Protokol Kesehatan, baik Upacara Pembukaan maupun aktifitas cabang tilawah pada 12 Venue yang dipersiapkan. Melengkapi MTQ Nasional XXVIII, dengan tema Tiga Sukses.
Sukses Kafilah Sumbar.
Sukses Penyelenggaraan.
Sukses Protokol Covid 19. (AS)

*) Praktisi Humas dan Pemerhati Sosial, Budaya dan Adat Minangkabau.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!